by Wisnu Pamungkas
Di luar bulan sangat vulgar, nyaris purama. Cuma dibingkai ranting dan awan tipis yang kehabisan akal malam itu. Jenguk saja dari jenendela, mungkin engkau masih melihat sinarnya yang mencakar-cakar.
11 Mei 2010
by Wisnu Pamungkas
Di luar bulan sangat vulgar, nyaris purama. Cuma dibingkai ranting dan awan tipis yang kehabisan akal malam itu. Jenguk saja dari jenendela, mungkin engkau masih melihat sinarnya yang mencakar-cakar.
11 Mei 2010